Issue‎ > ‎Issue 01‎ > ‎

006.txt

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
                            ALL ABOUTZ HACKING
--====----====----====----====----====----====----====----====----====----===--


      "Dan aku menemukan sebuah dunia diluar sana ..."

                                             [H3D87]

  Kembali  ke  tahun  1959 ketika semua ini bermula. Tak ada yang bisa
  membayangkan  "EAM  room"  pada  Building  26  MIT  saat itu. Sebuah
  ruangan  baru  di  MIT,  Massacusetts Institute of Technology tempat
  dimana sebuah mesin yang bekerja seperti komputer tertidur pulas.

  Saat  itu  tidak  banyak  orang yang dapat membayangkan sebuah mesin
  pintar,  sebuah  komputer.  Namun sebuah keberuntungan bagi beberapa
  orang  anak  muda  yang  tergabung dalam 'TECH MODEL RAILROAD CLUB',
  TMRC.  Saat  gerbang terbuka lebar, dan inilah saatnya untuk HACKING
  dan menemukan bagaimana mesin ini bekerja.

  Hacker  adalah  sebuah  julukan  bagi  seorang programmer yang mampu
  membuat  sebuah  aplikasi  atau  sebuah alogaritma pemecahan masalah
  yang  lebih  baik dari pada yang telah dirancang bersama. Lebih luas
  dari itu Hacker adalah orang yang bisa mengatasi keterbatasan dengan
  cara yang lebih baik dan sederhana -bahkan terkesan unik-.

  Seorang  Hacker  memiliki pola pikir yang mantap dalam menyelesaikan
  permasalahan-permasalahan  seputar  logika dan analisa. Hal ini yang
  banyak  membuat  Hacker  melabelisasi  diri  sebagai seorang 'NERD'.
  Prinsip  serupa  yang  dilakukan  sebagai  lompatan  sosial  dimana
  kurangnya    penghargaan  masyarakat akan 'jiwa/perilaku' Hacker itu
  sendiri.

  Seiring  berlalunya  waktu,  makna dari Hacking mulai meluas -bahkan
  menyalahi- dari makna yang sebenarnya.

  Hacking.    Setiap   maniak   komputer,  'Techno Nerd', 'Hackivist',
  'Hacker' punya pengertian tersendiri tentang Hacking.

  [1] H3D87 (Penulis)
  Hacking  adalah suatu bentuk pola pikir dan teknik pemecahan masalah
  yang  lebih  baik  dari  yang  telah dirancang bersama dan terkadang
  terkesan unik.

  Bagi  saya  Hacking  tidak  hanya tergantung dalam konteks komputer,
  software  Hacking,  kernel  Hacking,  hardware  Hacking. Namun dalam
  konteks  dunia.  Dunia  adalah  tempat  yang  indah  untuk  Hacking.
  Perhatikan dunia, ambil suatu permasalahan dan mulai cari cara untuk
  mengatasinya dengan lebih baik.

               'Perhatikan, Pelajari, Kuasai'

                                      [H3D87]

  [2] R. Kresno Aji
  Hacking   adalah  suatu  seni   dalam  memahami  sistem operasi dan
  sekaligus  salah satu cara dalam mendalami sistem keamanan jaringan,
  sehingga kita bisa menemukan cara yang lebih baik dalam mengamankan    
  sistem dan jaringan.

  (Terima kasih atas inputnya :), H3D87)

  [3]y3dips (echo staff)
  Hacking adalah bagaimana memberikan"nutrisi"yang lebihkepada otakmu,
  bagaimana asyiknya mejalankan semua kemungkinan untuk dapatkepastian 
  hacking adalah memacu batas-batas kemampuan untuk temukan  kepuasan;
  temukan ; temukan dan temukan. 
  hacking bukan kejahatan; tetapi  seni untuk "hidup"  di dunia  maya

  [4] Anda sendiri ...  (temukan)

  Sebelum  melangkah  lebih jauh, ada baiknya anda meresapi makna dari
  Hacking  dalam  hidup  anda.  Setiap  manusia  punya  pola pikir dan
  pemahaman  tersendiri,  sudah  saatnya bagi anda untuk mencari makna
  Hacking, sesuai dengan hati nurani anda !!

  Jangan  lupa  untuk  mengirimkan  makna Hacking anda kepada saya via
  e-mail ke: h3d87@yahoo.com

  [SANG HACKER]

  Mari mulai melangkah ...

       'I am a Hacker, enter my world.'

             [The Conscience of Hacker, The Mentor]

  Hacker  didominasi  oleh pria, dan sebagian besar remaja pria. Cukup
  wajar  -saya  rasa-  mengingat  setiap  pria  punya impian dan punya
  semangat  untuk mewujudkannya. Hacker secara sosial, memiliki status
  sosial  menengah.  Menengah  dalam artian mereka cukup sejahtera dan
  bisa  memiliki  komputer  dan  akses internet. Memang internet tidak
  bisa  lepas  dari  kehidupan  Hacker.  Di  internet  lah para Hacker
  bertemu, berdiskusi dan saling berkelakar.

  Secara  psikologi  dan  naluriah  Hacker  memiliki banyak persamaan.
  Setiap  Hacker  pada  dasarnya  anti  otoritas. Dimana otoritas yang
  sewenang-wenang  akan  membuat  semua  pemikiran  baru  dan  ilmiah
  dilecehkan.  Otoritas juga yang membuat sistem dan tatanan kehidupan
  begitu  menjemukan.  Kebebasan  itu indah, tapi ingat kebebasan anda
  adalah kebebasan orang lain juga. Bersiaplah untuk menarik diri jika
  anda mulai merasa cukup egois.

  Dalam  kehidupan  sosial  Hacker  biasanya  tidak  memiliki  tempat.
  Terlarut  dalam  kehidupan  sosial  akan membuat anda lengah -bahkan
  malas-. Kehidupan sosial itu bukannya menjijikkan, hanya saja budaya
  mainstream sekarang sangat keras. Saat manajemen mengalahkan teknik.
  Setiap  orang berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah manajemen yang
  ideal,  tanpa  pernah  berpikir  apakah  sistem tersebut cukup ideal
  untuk diterapkan secara teknik.

  Kehidupan    sosial    juga    banyak    memberi   dampak   negatif.
  Rasionalitas   sekarang   telah  luntur.  Setiap  teori  baru  yang
  diterapkan dalam kehidupan sosial ditolak dengan sangat skeptik. Dan
  yang  paling  jelas,  semakin sorang Hacker terjun kedalam kehidupan
  sosial  (non  ilmiah)  mereka  sudah  tidak  punya  waktu lagi untuk
  membaca, belajar, dan mengembangkan teorinya.

  Namun  hal  ini  jangan  dinilai dengan begitu ekstrim. Bagaimanapun
  setiap manusia adalah makhluk sosial. Butuh orang lain 'yang nyata'.
  Dan  bukanlah  hal  yang aneh jika seorang Hacker memiliki kehidupan
  sosial  yang baik, ikut dalam organisasi sosial masyarakat, memiliki
  kekasih dan hidup normal di masyarakat. Hal ini malah sangat baik !

  Secara  fisik  Hacker bisa dikenali dengan kegemaran membaca, tampil
  eksentrik,  dan  memiliki  pola  pikir  yang sedikit -bahkan banyak-
  menyimpang.

  Gemar  membaca  adalah  syarat  utama  untuk menjadi seorang Hacker.
  Dunia  bisa dijelajahi melalui buku. Hacker biasanya tertarik dengan
  bahasan   berorientasi  teknik,  fiksi  ilmiah  juga  manual-manual
  komputer (biasa disebut RTFM, Read The Fuckin' Manual).

  Bacaan     fiksi     ilmiah    secara    tidak    langsung    akan
  menginspirasikan   kepada   kita  beberapa  hal  baru.  Bacaan fiksi
  ilmiah  juga memberikan kita pencerahan kebebasan berfikir. Mulailah
  berkhayal,  mimpikan  sesuatu,  pelajari  dan wujudkan! Percaya atau
  tidak, tapi sebagian besar penemuan dekade ini merupakan impian pada
  dekade-dekade sebelumnya.

  Hacker  dan  'nyentrik'  sebenarnya  tidak ada hubungan sama sekali.
  Namun  dengan  kebebasan  berfikir  tadi,  setiap  Hacker menerapkan
  sebuah  konsep  hidup  dan  gaya  hidup yang unik, yang pasti dengan
  'begitu' mereka merasa nyaman.

  Kehidupan  Hacker  sewaktu remaja bisa dikatakan cukup sulit. Remaja
  saat  ini  masih  belum bisa memahami kehidupan seorang 'geek'. Geek
  sebagai   labelisasi  dari  Hacker terkesan 'glow in the dark'. Baik
  fisik  maupun  psikologis  mereka  cukup  berbeda  dengan 'anak-anak
  populer'  di  sekolah.  Seperti  'Peter  Deutsch' (salah satu Hacker
  gelombang  pertama),  'anak'  ini  tidak  memiliki kemampuan apa-apa
  dibidang   olah   raga,   namun  'master'  dalam  matematika. Remaja
  saat  ini  jauh  lebih  menghargai  penampilah  fisik  dan kemampuan
  dilapangan.    Tidak    seharusnya    seseorang   dihargai   karna
  'kecantikannya',  karna dia adalah seorang '.....', tapi dalam dunia
  Hacker  seseorang  dihargai  dari  apa  yang  dilakukan dan apa yang
  dipikirkannya.

  Banyak  diantara  Hacker  yang  bosan dengan formalitas dan tuntutan
  sosial.  Bahkan  diantara  mereka, mencoba mendobrak tuntutan sosial
  tersebut.

  Sebagai  contoh, sekolah. Hacker-hacker muda biasanya benci sekolah.
  Sekolah  sering  diibaratkan  sebagai  'Makanan Bayi'. Ketika Hacker
  tumbuh  dewasa dan rasa ingin tahunya tak terpuaskan dengan sekolah,
  mereka   belajar  dari dunia. Belajar dengan mengamati, yang disebut
  sebagai  visual  learning.  Sekolah  terkadang  -hampir pasti- tidak
  memberikan  jawaban  terhadap  rasa ingin tahu seorang Hacker. Salah
  satu alasan mengapa mereka membenci sekolah.

  Satu-satunya  cara  untuk mengenal dunia adalah dengan mengamatinya.
  Kita  harus  belajar  dari  dunia.  Perhatikan  dunia, cari pola dan
  kesamaannya maka kita akan dapat belajar banyak hal.

  Sebagai contoh:

  Kita  belajar  hukum  kelembaman  di  sekolah.  Dimana  sebuah benda
  cenderung  untuk  mempertahankan  posisinya  untuk  tetap  diam atau
  bergerak melalui garis lurus.
  Coba  kita  hubungkan  dengan  kehidupan.  Anda  pasti  pernah untuk
  mencoba  bersantai  sejenak dihari libur. Hari pertama anda habiskan
  untuk  bermain Play Station (tidak belajar). Hari ke 2 anda habiskan
  untuk   mencoba 8 game terbaru yang anda download beserta crackz nya
  (tanpa  belajar).  Begitu juga hari selanjutnya anda habiskan dengan
  bermain  tanpa belajar, hingga liburan usai. Dan ketika anda memulai
  untuk  kembali  belajar,  anda  akan  mendapat  kesulitan dan bahkan
  terkadang  anda  harus memulai dari awal (scratch) lagi. Saat inilah
  'kelembaman'  terjadi  pada  diri  anda.  Diri  anda cenderung untuk
  mempertahankan posisi untuk tetap bermain dan tanpa anda sadari anda
  yang  telah  berada  2  satuan disebelah kanan titik keseimbangan (2
  poin kebaikan), ternyata sekarang berada 2 satuan sebelah kiri titik
  keseimbangan   (2  poin  keburukan).  Anda  telah bergeser 4 langkah
  kebelakang  dari   posisi awal. Maka untuk mencapai nilai yang lebih
  tinggi  dari  posisi  awal  tadi,  anda  harus  mengeluarkan  energi
  sebesar: 

  2  (sampai  titik  keseimbangan)  + 2 (posisi awal anda) + n (posisi
  yang hendak anda raih).


  Semua hal dalam hidup ini saling berhubungan. Pelajarilah !!


  "Pelajarilah  semesta  ini.  Jangan  merasa  kecewa jika dunia tidak
  mengenal anda, tapi kecewalah jika anda tidak mengenal dunia"

                                                [Kong Fu Tse]




  [IDENTIFIKASI HACKER]

  Menurut Marc Rogers, Hacker dapat di-identifikasi  atas:

          [1]. Old School Hackers
          Kelompok  tertua  sekaligus  pionir  dari  mitologi  Hacker.
          Mereka  adalah  sekelompok  anak  muda  'Techno  Nerd'  yang
          berasal  dari  MIT  atau  Stanford University. Mereka begitu
          menikmati  pemprograman  dan  analisa  sistem tanpa tertarik
          kepada pengerusakan sistem dan pencurian data.

          [2]. Script Kiddies atau Cyber Punks
          Kelompok ini biasanya lebih muda. Mereka berusia 12-30 tahun
          dan   kebanyakan   masih   berada  dibangku  sekolah.  Bosan
          terhadap  sekolah,  namun  mereka mempunyai pengetahuan yang
          luas  tentang  teknologi.  Mereka mengambil script/eksploits
          lalu  menggunakannya  untuk  menghancurkan  sistem  sebanyak
          mungkin yang dapat dilakukannya.

          [3]. Profesional kriminal atau CRACKERS
          Kelompok   ini  memiliki  kemampuan  komputer  yang  sangat
          tinggi, namun memiliki sifat naluri pengerusakan yang besar.
          Mereka   biasanya  dibayar  oleh  sebuah  perusahaan  untuk
          menjatuhkan lawan bisnisnya.

          [4]. Coder/Virus Writer
          Bakat  alamiah  seorang  programmer.  Mereka mampu melakukan
          Coding  setiap  hari,  serta  menemukan kelemahannya. Mereka
          tertarik dengan sebuah kehidupan artifisial. Membuat sesuatu
          yang   'hidup'  dalam  komputer.  Mencobanya  dalam  sebuah
          laboratorium   virus  komputer  yang  disebut  'ZOO',  lalu
          melepaskannya di dunia liar (baca: Internet)

                                                

  [HACKER VS CRACKER]

  Di   sisi  lain dunia Hacker. Terdapat pula sekumpulan ahli komputer
  bawah  tanah, 'Techno  Junkies',  atau  yang  lebih  dikenal sebagai
  CRACKER.

  Cracker   adalah  sisi  gelap  dari  Hacker.  Mereka    mengggunakan
  kemampuan  mereka  untuk  mendapatkan  akses  ke dalam komputer/data
  bank  dan data-data rahasia. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang
  pintar,  kepandaian  mereka  dalam  ilmu  komputer  menyamai -bahkan
  lebih-  dari Hacker, namun sayang ilmu mereka dimanfaatkan untuk hal
  yang tidak berguna.

  Dari  sini  bisa  kita  tarik  kesimpulan bahwa, ada  jurang pemisah
  antara  Hacker  dengan  Cracker.  Keduanya adalah relevan tapi tidak
  sama.  Keduanya tetaplah aktifis elektronik, namun berjalan di jalan
  yang berbeda.

  Bagi Hacker, mereka biasanya sedikit enggan untuk berhubungan dengan
  Cracker. Cracker sudah seharusnya keluar dari 'Play Pen' (box tempat
  bayi  bermain)  dan  mulai  untuk  menanggapi komputer secara serius
  bukan sekedar bermain (baca: bereksperimen)


  [PANGGUNG PERHACKINGAN]

  Jika   kita   melangkah  lebih  dalam,   mengenal  dan  bukan  hanya
  mengetahui,  kita  akan  menemui  sebuah  sub-kultural  dalam  dunia
  Hacking.  Secara elektronis, Hacker-Hacker seluruh dunia berhubungan
  baik  itu  melalui  IRC,  Messengger  dan E-mail. Dan dalam menjalin
  hubungan  yang  baik  antar  sesama Hacker dibentuklah sebuah aturan
  main/kode etik.

            [KODE ETIK HACKER]

            [1].  Akses  ke  komputer atau apapun yang dapat mengajari
            anda  bagaimana  dunia  bekerja  haruslah  tidak terbatas.
            Selalu   acungkan   jari   tengah   dalam  setiap  bentuk
            imprelialisme dan pengekangan.

            [2]. Semua informasi haruslah gratis (bebas)

            [3]. Jangan pernah percaya kepada OTORITAS.

            [4].  Hackers  -dan  siapa-pun-  haruslah  dihargai dengan
            kemampuan  Hackingnya,  bukan  dikarenakan bogus kriteria,
            seperti tingkatan, umur, dan posisi.

            [5]. Kita dapat membuat keindahan dengan komputer.

            [6]. Komputer dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik.

            [7].  Seperti  lampu  'Aladdin', kita dapat membuat apapun
            berada dalam genggaman.


  Setiap Hacker sejati haruslah selalu menjalankan kode etik, walaupun
  tidak   ada  keharusan  dalam  menjalankannya.  Namun  dalam  dunia
  itelektual,  melanggar  kode  etik  adalah  suatu  hal  yang  sangat
  memalukan.  Ingatlah, Hacker memiliki ingatan yang baik, sekali saja
  anda melanggar kode etik, maka untuk kembali dan berinteraksi dengan
  komunitas dibutuhkan waktu yang sangat lama.

  Berkembangnya  komputer  mini  dengan  harga yang semakin terjangkau
  membuat komunitas elektronik ini meluas.

  Pada  saat itu (1980-han), adalah suatu kebanggaan untuk menggunakan
  komputer  bagi  remaja.  Sebagian  dari  mereka  hanya mempergunakan
  komputer  untuk  bermain game. Namun sebagian diantara mereka tumbuh
  menjadi Hacker sejati melalui seleksi alam.

  Saat modem menjadi sebuah kebutuhan, dan BBS (Bulletin Board System)
  tersebar  dimana-mana.  Sudah saatnya  untuk mengintip keluar. Dunia
  virtual begitu luas. Dan komunitas kembali terbentuk.

  Dalam  jangkauan  yang  lebih  luas  lagi  terminologi Hacker 'baru'
  terbentuk.  Mereka kebanyakan remaja, memili kemampuan komputer yang
  tinggi, dan selalu tertarik untuk mencoba hal-hal baru.

  Satu-persatu   komunitas   kecil   terbentuk,  mereka  tidak  hanya
  berhubungan  melalui BBS (baca: Mail Box), namun pertemuan-pertemuan
  'nyata'  mulai  dilakukan.  Dan  untuk menegaskan eksistensi mereka,
  dikenallah   sebuah  Manifesto  atau  lebih  dikenal  sebagai  'THE
  CONSCIENCE   OF  HACKER'.  Pertama  sekali  dirilis  dalam  majalah
  elektronik  (e-zine)  Phreak-Hack  (PHRACK),  yang ditulis oleh 'The
  Mentor'

  [THE CONSCIENCE OF HACKER]

         Ini adalah dunia kami sekarang
         Dunia-nya elektron dan switch
         dan keindahan sebuah baud.

         Kami  ada tanpa paham kebangsaan, perbedaan warna kulit, atau
         prasangka keagamaan.

         Anda  memproklamirkan  perang,  membunuh, dan berlaku curang,
         dan  membohongi  kami serta meyakinkan bahwa ini adalah untuk
         kebaikan kami, namun tetap saja kami disebut kriminal.

         Ya ... saya adalah seorang kriminal.

         Kejahatan saya adalah rasa ingin tahu.

         Kejahatan saya adalah LEBIH PINTAR dari  kalian, sesuatu yang
         tidak pernah kalian harapkan.

         Saya adalah seorang HACKER, dan ini adalah MANIFESTO-ku

         Kalian  bisa  menghentikan saya, tapi tidak akan pernah dapat
         menghentikan kami semua. ...



                           [The Mentor, Phrack issue 0x07]


  [KOMUNITAS CYBER]

  Seperti    halnya   kehidupan   nyata,   masyarakat   cyber   juga
  membentuk-komunitas  berdasarkan  mood  dan  persamaan ide. Beberapa
  diantaranya  berdasarkan  daerah/region.  Komunitas  Hacker  tumbuh
  seirama  dengan  komunitas  cyber lainnya. Sebagai sebuah komunitas,
  komunitas  Hacker  terdiri atas 'tetua' beserta anggota-anggota nya.
  Kmunitas  Hacker,  biasanya tidak memiliki pemimpin dan tidak begitu
  menghargai  pemimpin.  Mereka  percaya  semua  bentuk  'penguasaan'
  tidaklah baik. Namun dari pada itu, komunitas Hacker mengenal tetua,
  'kepala suku', atau seseorang yang ditinggikan setingkat namun tidak
  dianggap pemimpin.

  Pada    dasarnya,  tidak  baik  memiliki  penguasa  (jika  pemimpin
  diartikan  begitu). Dan Hacker tidak percaya dengan penguasa, dimana
  setiap  individu  menjadi  penguasa  atas  dirinya  sendiri.

  Dalam komunitas,tidak mungkin kita hidup tanpa peraturan, juga tanpa
  pemimpin,  Hacker  juga  menyadari  itu.  Untuk  itulah 'tetua' atau
  'kepala  suku',  'elite',  atau  'DEMIGOD'.  Mereka  ditinggikan dan
  didengar  pendapatnya  (untuk kemajuan bersama), namun tidak seperti
  pemimpin  didunia  nyata,  para  tetua  tidak  sepantasnya dihormati
  secara  berlebihan.  Mereka dihargai karena reputasinya, dedikasinya
  bukan  karena  ia  adalah seorang tetua.

  Hacker  berkumpul  dan berkomunikasi secara elektronis melalui media
  Mailing  List, atau diskusi IRC. Namun tidak jarang komunitas Hacker
  sejati  dikotori  oleh  para  LAMER  (Istilah untuk orang yang tidak
  memiliki kemampuan Hacking, terlalu sombong dan membanggakan dirinya
  melalui IRC channel).

  Komunitas pada saat sekarang ini sudah sangat buruk. Menurut seorang
  rekan dari USA yang saya hubungi mengutarakan "Hacking Scene is just
  bunch  of  small penis loosers". Ya, ada benarnya. Jika kita melihat
  realita  sekarang ini 'Para Hacker' hanyalah sekelompok anak sekolah
  yang  pandai  mengunakan script, tanpa mau tahu bagaimana script itu
  bekerja.  Memang  mereka  adalah  bagian  dari komunitas, namun jika
  mereka  tidak mau belajar, mereka tidak akan lebih hebat dari 'Small
  Penis Loosers'.

  Lain   dari   pada   itu,  masih tersisa sekelompok anak muda serius
  yang  secara  bertahap  belajar  dan  meningkatkan kemampuan mereka,
  hingga  menjadi  Hacker Sejati.

  Main  stream dunia hacker itu sekarang telah  jauh  berubah,  mereka
  mulai  menghancurkan    infrastruktur  yang   telah  dirintis  oleh
  pendahulunya.  Dan  yang  lebih menyedihkan lagi, mereka  itu tidak
  mau  belajar  dan  menjadi pintar, sehingga selamanya menjadi orang
  bodoh.

  Saya yakin anda tidak ingin menjadi seperti itu !!


  [INGIN MENJADI HACKER]

  Untuk   menjadi  Hacker,  yang  diperlukan  pertama  sekali  adalah
  keinginan.  Karena  yang  jadi pertanyaan bukanlah 'Apakah saya akan
  menjadi seorang Hacker ?', tetapi 'Apakah saya ingin menjadi seorang
  Hacker  ?'.  Jika  anda  telah  memiliki  keinginan, maka anda telah
  memiliki  sebuah  modal  dasar  sebagai  pijakan  anda  anda  dalam
  melangkah.

  Segala  sesuatu pasti dimulai dari impian, dan sudah pasti jika anda
  memiliki impian, anda akan mencoba untuk merealisasikannya. Intinya,
  sebelum melangkah yakinkan kalau anda telah miliki keinginan.

          [*] Pelajari bahasa pemprograman.

  Hal  pertama  yang  harus  anda pelajari adalah bahasa pemprograman.
  Saat  ini di dalam distribusi sistem operasi Linux, terdapat beragam
  tool-tool berguna yang akan menunjang anda untuk belajar memprogram.

  Untuk  mendapatkan  Linux  saat  ini  sudah  sangat mudah, anda bisa
  membelinya   secara   online  (www.gudanglinux.or.id),  mendapatkan
  Copy-an  CD  nya dari teman. Atau jika anda mempunyai akses internet
  yang  baik,  anda  bisa  langsung mendownload distribusi linux situs
  resmi-nya, atau melalui www.linuxiso.com.

  Menurut  Eric  S.  Raymond, bahasa pemprograman yang baik untuk anda
  pelajari pertama sekali adalah 'Python'.

  "Desain-nya  bersih, terdokumentasi dengan baik dan cukup mudah bagi
  pemula"

                                             [ERIC S. RAYMOND]

  [PYTHON]

  $ python
  Python 2.1.1 (#2, Sep 26 2001, 09:32:53)
  [GCC 2.95.3-5 (cygwin special)] on cygwin
  Type "copyright", "credits" or "license" for more information.
  >>>

  >>> print "Hello world \n"
  Hello world

  >>>

  [PYTHON EOF]

  Setelah  python,  anda  bisa  melanjutkan dengan 'JAVA'. Java sangat
  populer, dikarenakan 'bytecode' hasil kompilasinya bersifat 'Machine
  Independent'   yang   tidak  bergantung  kepada  mesin  atau  jenis
  prosessor,  namun bergantung kepada 'Runtime Environment-nya'. Namun
  dibalik  keunggulannya,  'rakus'  memory adalah salah satu kelemahan
  Java.

  Pada  akhirnya,  jika  anda  ingin serius terhadap pemprograman, mau
  tidak mau anda akan berhadapan dengan C. Bahasa yang digunakan untuk
  menulis sistem operasi Unix dan Linux (juga sistem operasi lainnya).

  Assembly  juga  bahasa  yang  penting.  Dimana  jika  anda menguasai
  assembly  anda  akan  mulai merasakan 'jiwa sebuah mesin'. Anda akan
  belajar  memprogram  sesuatu  dari  dasar,  memprogram  tiap bagian,
  sehingga anda  akan memahami 'Bagaimana Ia Bekerja !'

  Buku  atau  Kursus  saja  tidak  akan  cukup  untuk  menjadikan anda
  programmer   yang   handal.   Memprogram  harus  dilakukan  seperti
  mempergunakan  bahasa  sehari-hari.  Yang  harus anda lakukan adalah
  membaca kode dan menulis kode.

  Cobalah  untuk  membaca  kode  (software  opensource)  orang  lain.
  Pelajari   pola   pikir   dan teknik pemecahan masalah-nya. Dan coba
  temukan cara yang lebih baik.


          [*] Pelajari dan kembangkan salah satu Unix OpenSource.

  Mengapa Linux/Unix OpenSource begitu penting ? Ini semua tidak lepas
  dari  semangat  OpenSource  itu sediri. Dengan mempelajari kode-kode
  yang  dirilis  bebas  dalam  sistem  operasi  OpenSource, kita dapat
  mempelajari   pola  pikir  seorang  programmer/Hacker,  kita  dapat
  menemukan cara mereka dalam meyelesaikan masalah dan mencoba mencari
  metoda  penyelesaian  masalah  yang  lebih baik dari apa yang mereka
  lakukan.  OpenSource  juga  membantu  kita  dalam  membangun  sebuah
  aplikasi,  sehingga  kita  tidak perlu direpotkan dengan 'research'.
  Mereka  telah  melakukan-nya  untuk kita, dan kita bisa memanfaatkan
  waktu yang tersisa untuk hal yang lebih spesifik.

        "Saya  bisa  berpandangan  jauh, karena saya berdiri di pundak
        orang-orang jenius terdahulu .. "

                                        [Sir Isaac Newton]



          [*] Pelajari hal-hal baru.

  Banyak  hal-hal baru muncul, dan setiap hal (apapun) akan memberikan
  kita  pelajaran  berarti  untuk  hidup  dan  hidup  adalah  HACKING.
  Hindarilah  untuk  bersikap  skeptis  dan  mulailah untuk berpikiran
  terbuka.  Hal-hal  baru -terlebih-lebih yang begitu radikal-, banyak
  di   tentang   oleh  sebagian  orang skeptis, namun sebuah pemikiran
  terbuka akan memberikan alur yang baik dalam memperolah ilmu.

  Ilmu  ada  dimana-mana.  Bahkan  dalam  suatu  yang  dianggap kotor.
  Sebagai   contoh,   coba  anda  bandingkan  'kotoran'  sapi  (hewan
  herbivora)  dengan  'kotoran'  kucing  (hewan karnivora). Dapat kita
  lihat  kalau  kotoran  sapi  'lebih  menggunung'  dari  pada kotoran
  kucing,  dan  tidak  terlepas dari itu, secara umum dapat kita tarik
  kesimpulan,  bahwa  hewan  herbivora  (pemakan tanaman) lebih banyak
  dari  pada  hewan  karnivora  (pemakan daging). Penyebab yang paling
  relevan  untuk  hal  ini  adalah  faktor  'makanan'.  Tumbuhan  yang
  dikonsumsi  oleh  hewan herbivora (dalam contoh ini sapi) mengandung
  'selulose'  atau  serat  lebih  sulit dicerna, sehingga lebih banyak
  meninggalkan  zat  sisa.  Hal ini tidak berlaku pada hewan karnivora
  (dalam  contoh  ini  kucing).  Daging  lebih mudah dicerna, sehingga
  hanya meninggalkan sedikit zat sisa.

  Dengan  sedikit  imajinasi  kotor, coba bayangkan hal-hal yang lebih
  kotor lagi untuk dianalisa dan diambil pelajarannya.

  Dalam  lingkup  komputer,  pelajarilah semua hal-hal baru. Anda bisa
  menemukan   banyak   hal   baru   melalui  artikel,  journal,  atau
  berita-berita 'nerd' di 'slashdot'.


          [*] Selalu gunakan logika.

  Berpikir  dengan  logika  sangat  diperlukan  dalam  Hacking.  Dalam
  Hacking anda akan berhadapan dengan berbagai keadaan untuk dianalisa
  dan dipecahkan secara logika.

  Logika   akan  sangat  membantu  anda  untuk  menghidupkan  kembali
  rasionalitas  yang hilang dan berpikir membantu anda untuk hidup dan
  tetap hidup.


          [*] Ikuti perkembangan teknologi dan informasi.

  Teknologi   Informasi   berkembang   sangat  cepat.  Sebuah  bahasa
  pemprograman  yang kita pelajari hari ini bisa cepat berganti dengan
  bahasa   atau  visual  programming  baru  yang  lebih  mudah  -baca
  memudahkan,  alih-alih  membodohkan-.  Semua  itu  berganti  seiring
  berlalunya   waktu   dan  ketika  kita  tersadar  kita  sudah  jauh
  ketinggalan.

  Ada  baiknya  anda selalu membaca, atau minimal mendapatkan 'digest'
  dari  ilmu-ilmu/info  terbaru.  Anda juga bisa mendapatkan informasi
  dari Mailing List dan NewsGroup.

  Dengan selalu up-to-date, anda akan selalu dekat dengan informasi.


         [*] Ketahui hal-hal yang belum diketahui.

  Dalam  apapun  didunia  ini,  kita  harus  bercermin.  Buang  semua
  prasangka dan nilai-nilai. Buang anggapan sepihak kalau 'saya adalah
  seorang wizard'. Duduklah sejenak dan mulai berpikir.

  Apa yang saya ketahui ?
  Apa yang belum saya ketahui ?
  Inginkah saya mengetahuinya ?

  Jika ya ...

  Apa yang harus saya lakukan ?

  Tentu saja belajar !

  Mengapa hal ini begitu sulit ?

  Karna anda belum memiliki pegangan yang kokoh !

  Apa yang harus saya lakukan ?

  Ketahui apa yang belum anda ketahui !!!!


  Untuk  dapat  memahami  komputer  anda  akan  menemukan sesuatu yang
  saling berhubungan. Untuk memahami satu hal anda harus memahami dulu
  beberapa hal yang lain.

  Untuk  bisa  memahami  cara  kerja  NMAP  (Os  Fingger  Print,  yang
  memanfaatkan  urutan  stack  TCP/IP  sebagai  identifier) anda harus
  memahami dulu konsep pemprograman Bahasa C, anda juga harus memahami
  'pointer',  dan  konsep  pointer  erat  kaitannya  dengan  'stack',
  sebaiknya anda juga memiliki pemahaman stack yang baik !

  Anda  juga  akan  disibukkan dengan belajar konsep TCP/IP. Anda juga
  harus  tahu  dulu  'dimana  bisa  mendapatkan  info tentang TCP/IP'.
  Dengan begini, tariklah kesimpulan untuk mengenal segala sesuatu dan
  memahami  serta  mencari  jawaban  terhadap  hal-hal yang tidak kita
  ketahui !


          [*] Terus Belajar.

  Yang  paling  penting  dari  semua hal diatas adalah selalu belajar.
  Tanpa  belajar  anda  tidak  akan mendapatkan apa-apa. Jangan pernah
  beranggapan  jika 'telah' menjadi Hacker anda akan berhenti belajar,
  malah  sebaliknya  anda  akan  mulai  belajar  kembali untuk menjadi
  seorang Hacker yang berdedikasi.

  Terus  belajar,  dan  ingatlah  ketika  anda  berhenti  sejenak  dan
  mengenang  kembali  ...  anda  telah  menjadi  seorang  Hacker  yang
  tangguh!.


           [*] Mengabdi kepada budaya Hacker

  Setelah  semuanya  selesai  dan  anda  sedang  beristirahat  setelah
  aktifitas Hacking 37 Jam yang melelahkan. Coba ingat kembali.

  Siapa yang memperkenalkan anda kepada komputer ?
  Siapa yang membimbing anda mempelajarinya ?
  Siapa yang dengan setia menemani anda mengejar informasi ?

  Siapa yang pertama sekali mengenalkan anda dengan HACKING ?
  Mengajari anda teknik-teknik Hacking Dasar ?
  Mengajari anda tentang bersikap dan berfikir layaknya HACKER ?

  Siapa yang membuat sistem operasi Hacker, Linux ?
  Siapa yang mengembangkannya ?
  Siapa  yang  membuatnya  begitu  mudah  untuk  dioperasikan  dengan
  tampilan yang begitu cantik ?

  Siapa yang telah membuat anda HADIR didunia ini ?


  Bahagiakan mereka .....
  Jika  anda  berpikir  cara terbaik untuk membahagiakan mereka adalah
  dengan membayar mereka dengan uang, anda SALAH BESAR. Jika yang anda
  lakukan  adalah  mengucapkan ribuan terima kasih kepada mereka, juga
  SALAH.

  Cukup  lakukan  apa  yang  telah  mereka  lakukan.  Jika anda merasa
  terbantu  dengan  dokumen  ini,  buat sebuah dokumen baru, buat yang
  lebih baik dan berbagilah dengan sesama !

  Dengan  melakukan hal-hal kecil yang terbaik yang bisa anda lakukan,
  berarti anda telah mengabdi kepada budaya Hacker itu.



  Dan  ketika  pagi  datang,  dan mentari memancarkan cahayanya. SUDAH
  WAKTUNYA UNTUK KELUAR, DAN MENGENAL DUNIA.


  28 SEPTEMBER 2003
  H3D87 a.k.a MOBY

  Untuk eCHo staff: Y3DIPS, THE_DAY2000, COMEX

  Untuk  Rizka,  Terima kasih atas semua dukungannya :),
  Terima kasih malaikat ku !!

  Terima kasih kepada sahabat-sahabatku (yang tak pernah kutahu siapa)

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-EOF]
Comments