Issue‎ > ‎issue 27‎ > ‎

004.txt

ECHO MAGAZINE VOLUME XI, ISSUE XXVII, PHILE 0x04.TXT
                               :|             ++           
                     :~~/ .::/ :::| ,::\ >::> :| :::\ :~~/ 
                     :::, `::\ :|:| `::/ <::< :| :|:| :::, 
                                                                   

     Analisis Lock Screen pada Android Phone
     farrel.matthew || farrel <dot> math <at> gmail <dot> com



-----| Pendahuluan

Saat ini ponsel android memang memiliki nama yang semakin melejit di
masyarakat, tidak hanya di Indonesia, negara lain pun ikut merasakan
atmosfer perkembangan ponsel dengan kernel linux ini.

Saya tidak membahas issue yang mungkin memiliki ekpektasi wow bagi Anda
semua. Tulisan ini hanya menganalisis mengenai papan kunci (lock
screen) yang terdapat pada ponsel android (selanjutnya saya sebut
sebagai android). Papan kunci saat ini digunakan(enabled) oleh hampir
seluruh pengguna android. Seiring dengan penemuan hal-hal baru,
mekanisme papan kunci saat ini sudah mengalami perubahan yang cukup
signifikan. Terlihat adanya metode baru dalam interaksi pada papan
kunci. Interaksi yang diterapkan melalui metode penggambaran pola
(pattern) yang saat ini sangat menarik parhatian bagi para pengguna.


------| Think out of the box

Dari hasil pengamatan yang dilakukan (catatan: saya bukan pengguna
android), 87% orang yang saya temui (pengguna android), mereka
menggunakan papan kunci sebagai bentuk pengamanan terhadap ponsel
dengan metode pola sebagai bentuk interaksi. Sebuah layar yang memiliki
9 titik sebagai akses pembuka sistem yang dapat mengenali pola tertentu
yang diinputkan oleh pengguna. Memang papan kunci dengan model seperti
itu saat ini masih anyar dan memikat hati.

Beberapa pertanyaan pun muncul, bagaimana sebenarnya cara kerja papan
kunci yang menawan itu, perbedaan apa yang menyebabkan pengguna lebih
memilih jenis interaksi ini daripada bentuk 'monoton' interaksi yang
mengharuskan pengguna memasukkan karakter tertentu ke dalam sebuah
field, serta apakah ada korelasi keamanan yang signifikan terhadap
papan kunci 'modern' dengan papan kunci 'konvensional'.

Pada dasarnya, cara kerja papan kunci 'modern' ini sama seperti papan
kunci 'konvensional', yaitu mencocokkan 'pola/sesuatu' yang telah
didefinisikan oleh pengguna sebelumnya. Pola di sini ternyata bukanlah
sebuah pola nyata seperti yang terlihat dengan kasat mata saat
menggambarkan sesuatu pada papan kunci. Pola tersebut sejatinya adalah
sebuah bilangan yang terdefinisi oleh pengguna yang kemudian dicocokkan
dengan bilangan inputan dari pengguna.

Agar pembahasan ini lebih menarik, saya telah membuatkan dua buah
gambar yang menjelaskan bagaimana papan kunci 'modern' bekerja.

	+------------------------+
	| Draw an unlock pattern |
	|------------------------|
	|     _     _     _ 	 |
	|    (_)-->(_)-->(_)	 |
	|    |			 |
	|    |_     _     _ 	 |
	|    (_)   (_)   (_)	 |
	|    |			 |
	|    |_     _     _ 	 |
	|    (_)<--(_)<--(_)	 |
	|			 |
	|------------------------|
	+------------------------+

Gambar di atas adalah gambar papan kunci saat akan di set. Prosedurnya,
Anda akan diminta untuk memasukkan pola tertentu pada papan kunci,
kemudian sistem akan menyimpan pola yang telah Anda inputkan sebagai
data untuk kepentingan pencocokan ketika Anda akan menggunakan sistem.

Dari gambar di atas, saya telah menggambarkan pola huruf C. Setelah
itu, sistem akan menyimpan pola dari titik-titik yang telah dibuat.
Berikut ini adalah papan kunci yang tersingkap sesuai dengan imajinasi
saya :lol:

	+------------------------+
	| Draw an unlock pattern |
	|------------------------|
	|                   	 |
	|    (7)-->(8)-->(9)	 |
	|    |			 |
	|    |               	 |
	|    (6)   (5)   (4)	 |
	|    |			 |
	|    |               	 |
	|    (1)<--(2)<--(3)	 |
	|     			 |
	|------------------------|
	+------------------------+

Pola yang telah saya masukkan tadi sejatinya adalah berupa angka
3-2-1-6-7-8-9. Angka-angka tersebut diproses dengan formula tertentu
kemudian menghasilkan 'nilai unik' yang disimpan untuk membandingkan
nilai inputan selanjutnya dari pengguna.

Setelah itu ketika pengguna ingin menggunakan ponsel, tentunya harus
memverifikasi pola terlebih dahulu. Ketika pengguna salah memasukkan
pola, seperti huruf C terbalik, maka inputan yang dibandingkan adalah :

3-2-1-6-7-8-9 (pola huruf C) : 1-2-3-4-9-8-7 (pola huruf C terbalik)

Hasil dari perbandingan tersebut adalah false, karena adanya perbedaan
'nilai unik' yang terdapat pada sistem.

Apabila dianalisis lebih dalam, terdapat beberapa parameter yang
mendukung sistem kunci pada android ini. Salah satunya adalah mekanisme
penguncian yang tidak hanya menerapkan 'nilai unik' yang didapatkan
dari penggambaran pola, namun sistem juga akan menghitung berapa banyak
tahapan yang dilakukan sehingga menghasilkan nilai yang sama terhadap
'nilai unik' yang ada. Apabila 'nilai unik' = nilai inputan dari
pengguna, namun tahapan dalam menghasilkan nilai tersebut berbeda, maka
sistem akan mengembalikan nilai false, dengan kata lain pengguna tidak
dapat mengakses sistem android. Namun apabila 'nilai unik' = nilai
inputan dari pengguna, dan tahapan dalam menghasilkan nilai adalah
sama, maka sistem akan mengembalikan nilai true, dengan kata lain
pengguna dapat mengakses sistem android.

Dari mekanisme yang telah dijelaskan sebelumnya, pertimbangan faktor
keamanan cukup krusial dalam hal penerapan papan kunci ini. Papan kunci
'modern' memperlihatkan bahwa ia hanya dapat menggambarkan pola
sebanyak N dari jumlah titik yang ada, dengan kata lain, angka yang
dimasukkan maksimal hanya 9 karakter.


------| Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, kesimpulan yang saya dapatkan yaitu; dalam
ilmu interaksi manusia dengan komputer, tingkat pemahaman pengguna
terhadap aplikasi sangat diutamakan, karena berkorelasi dengan tampilan
yang akan dibuat. Tampilan yang baik bertujuan agar supaya pengguna
dapat menggunakan aplikasi senyaman dan semudah mungkin. Pengguna tidak
perlu mengetahui mekanisme kerja sistem yang sedang digunakan. Begitu
pula dengan papan kunci 'modern' pada android. Dari sisi kenyamanan,
papan kunci 'modern' pada android sangat cocok untuk digunakan.

Namun, secara komprehensif, ternyata metode interaksi berbentuk pola
seperti ini mempunyai keamanan yang cukup rentan bila dibandingkan
dengan metode konvensional. Tidak hanya mudah dilihat dalam memasukkan
pola, metode ini juga menggunakan maksimal sebanyak 9 karakter saja.
Berbeda dengan metode konvensional yang dapat menggunakan lebih dari 9
karakter. Kedua metode tersebut mengindikasikan bahwa metode
konvensional masih lebih baik dalam hal keamanan pada ponsel.

Well, ini hanyalah sebuah konsep/pola berpikir sederhana yang dapat
diterapkan pada sistem. Yang membedakannya adalah 'bungkus' dari sistem
tersebut ;) Keamanan dan kenyamanan merupakan dua hal yang sulit untuk
dipadukan.


------| Referensi
	Otak yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa


------| Greetz to : You

Comments