Issue‎ > ‎Issue 25‎ > ‎

002.txt

ECHO MAGAZINE VOLUME X, ISSUE XXV, PHILE 0x02.TXT
__________       ______  __       __________________               
___  ____/__________  / / /______ ____  /___  /___(_)_______ _____ 
__  __/   _  ___/__  /_/ / _  __ \___  / __  / __  / __  __ \_  _ \
_  /___   / /__  _  __  /  / /_/ /__  /  _  /___  /  _  / / //  __/
/_____/   \___/  /_/ /_/   \____/ _  /   /____//_/   /_/ /_/ \___/ 
                                  /_/
  PseudoRandom : Keep The Circle Running
  y3dips [at] echo [dot] or [dot] id         
                    
-----[ 

Saat pertama kali Sabu diketahui menjadi mata-mata[1], maka mungkin bagi banyak
pemerhati, pergerakan "Anonymous" akan runtuh, dan seluruh gerakan #Antisec
#lulzsec akan terpecah dan lambat laun menghilang, tetapi hal itu ternyata
salah, Anonymous masih tetap garang, bahkan muncul dengan agenda-agenda baru
[2].

Anonymous, Antisec termasuk gerakan global yang cukup dapat bertahan lama dan
menyita media diseluruh dunia dibandingkan pergerakan yang dilakukan secara
khusus, seperti yang dilakukan h0n0, gobbles, el8, pr0j3kt m4yh3m, zero for
owned, dsb. Jangan salah mengerti jika menganggap saya membandingkan keduanya,
karena kedua jenis gerakan ini tidak sama. Bahkan gerakan kedua masih terus dan
tetap berjalan ditengah hingar-bingar gerakan yang saya sebut pertama (yang
lebih akhir muncul).

Tetapi yang ingin saya soroti disini adalah kemampuan "Teknik" yang dimiliki
oleh  individu-individu  yang tergabung di h0n0, gobbles, el8, pr0j3kt m4yh3m,
zf0 (jauh) lebih 1337 dibandingkan individu2 yang dipayungi pergerakan
anonymous, tetapi nyatanya pergerakan anonymous lebih menyita perhatian dunia,
bahkan sebuah artikel menyebutkan bahwa umumnya IT Security professional
menganggap Anonymous sebagai ancaman yang serius[3].

Bisa jadi anonymous besar karena semua bisa menjadi anonymous, cukup lakukan
"aktifitas-nya" dan anda "menjadi" bagian dari Anonymous?, tidak ada "border"
tetapi yang perlu diketahui adalah bahwa Anonymous ternyata tidaklah selamanya
anonymous[4].

Kembali ke negara kita tercinta ini, Pergerakan Anonymous tidaklah terlalu
ramai, dan sungguh berbanding terbalik dengan penggunaan pernak-perniknya.
Sangat banyak sekali yang menggunakan berbagai pernak-pernik anonymous,
khususnya di jejaring social seperti twitter, facebok. Bahkan ada yang dengan
tidak segan-segannya mempublikasikan database suatu situs disertai hashtag
#anonymous, padahal informasi nama asli, alamat asli dan sebagainya yang
menyangkut dirinya bertebaran di internet. Lebih ironis banyaknya yang memasang
gambar Avatar-nya dengan topeng guy fawkes", tetapi menampilkan informasi asli
disana sini :D. 

Kita ketahui kondisi di negara kita ini, IT sendiri masih merupakan dunia yang
belum terjamah dan tersebar secara maksimal, apalagi jika dibandingkan dengan
dunia entertainment. Tetapi lebih lucu lagi adalah banyaknya kejadian
"menggelitik" akhir-akhir ini yang menghiasi IT Tanah air kita dan sayangnya
melibatkan generasi -generasi muda yang seharusnya akan menjadi tulang punggung
dunia IT Security selanjutnya. 

Kembali ke bahasan cyberwar secara global, terdapat sebuah artikel menarik yang
berjudul "Lines in the Sand: Which Side Are you On in the Hacker Class War "
pada issue terbaru yang di rilis oleh Phrack[5], artikel ini secara gamblang
menggambarkan mengenai kondisi "cyber war" saat ini, disitu digambarkan bahwa
saat ini kondisi "Hacker class war" yang melibatkan Anonymous/Antisec/Lulzsec
v.s Goverment(US?). 

CyberWar yang umumnya kita ketahui adalah perang yang merupakan perang antar
negara, yang terkadang malah merupakan imbas dari perang fisik (real war).
Tetapi tidak dengan fenomena pergerakan "Anonymous" ini. Hal ini juga menjadi
penggambaran bahwa negara Adikuasa seperti Amerika Serikat pun berkali-kali di
jadikan bulan-bulanan dan terkadang kewalahan.

Kembali ke kondisi negara kita, saya pribadi merasa kondisi kita sangat amat
terombang-ambing baik oleh kondisi politik dan juga kondisi dunia hiburan :D,
sehingga mungkin tidak banyak dari kita yang memperhatikan pergerakan Anonymous
secara global ataupun lokal (tidak ada? ;)). Tapi satu hal yang saya pribadi
merasa berbeda adalah bagaimana kita bisa bersinergi dengan "government kita"
dengan baik.

Sebenarnya banyak sekali kejadian-kejadian yang destruktif yang dilakukan oleh
para penghuni dunia maya negeri ini (dan sudah pasti bisa dikenai tindakan)
khususnya generasi muda. Kejadian-kejadian tersebut bukannya tidak dideteksi
(apalagi dengan tipe mental pelaku yang dengan ikhlas mempublikasikannya
kemana-mana), tetapi juga dikarenakan mereka masih memberikan kesempatan,
menghargai keinginan untuk belajar, serta di sisi lain mereka sendiri masih
berbenah disana-sini. 

Semoga, pada akhirnya kita semua bisa sama-sama melihat secara luas dan saling
mengingatkan, dan membiarkan kondisi negeri ini kondusif untuk kita berkembang
bersama, sampai saat CyberWar itu mau-tidak-mau sudah tak terbendung lagi untuk
menyentuh kita, dan semoga saat itu kita sudah siap :).

    Menjadi anonymous lebih merupakan kebebasan, kebebasan menentukan apa yang
    anda bisa lakukan, dan memiliki "kepintaran" untuk menentukan kapan anda
    perlu diketahui dan kapan tidak perlu. Bahkan tak ada yang tahu tentang apa
    yang bisa anda lakukan dan apa yang telah, sedang, dan akan anda lakukan
    ;). 

    But as always: "With great power comes great responsibility - Uncle Ben"


-----[ Reference
[1] "LulzBoat sinks: Sabu turned snitch, LulzSec members busted"
http://blogs.computerworld.com/19836/lulzboat_sinks_sabu_turned_snitch_5_lulzsec_members_busted

[2] "US, UK govt. websites downed in Anonymous-claimed attack"
http://rt.com/news/cia-ddos-attacks-usa-120/

[3] "Most IT, security pros see Anonymous as serious threat"
http://www.computerworld.com/s/article/9226458/Most_IT_security_pros_see_Anonymous_as_serious_threat

[4] http://www.google.co.id/search?q=anonymous+arrest

[5] "Lines in the Sand: Which Side Are you on in the Hacker Class War"
http://phrack.org/issues.html?issue=68&id=16#article
Comments